Rindu kini menghampiriku...
Ingin selalu melihatmu...
Memeluk erat dirimu...
Terbuai oleh senyumanmu...
Tangisku pecah setiap kali rasa itu hadir
Kau tak pernah mengerti...
Akan rasa yang masih tersembunyi...
Sampai saat ini...
Aku selalu ingin melihatmu...
Menatap indah senyummu...
Mendengar gelak tawamu...
Walaupun itu semua hanya akan membuatku terluka...
Tawamu...
Senyummu...
Tatapanmu...
Bukan untukku melainkan untuk temanku...
Hanya luka yang mampu aku terima...
Hanya aku yang menahan rindu...
Hanya aku yang terlalu mengharapkanmu...
Dan hanya aku yang mencintaimu...
Jumat, 08 November 2019
Senin, 04 November 2019
Ironis
Begitu sulit untukmu melupakanmu
Beritahu aku satu kekuranganmu
Agar aku mudah untuk melupakanmu
Biarkan itu menjadi alasanku
Untuk bisa menghapus bayang-bayangmu...
Kau tau, aku mengagumimu...
Mengagumi ketampannanmu
Mengagumi suara indahmu
Mengagumi ketaatan ibadahmu...
Tapi aku juga benci...
Benci akan ucapan manismu
Benci akan senyumanmu penggodamu
Benci akan sikapmu...
Tapi bodohnya aku, masih tetap menyayangimu...
Bodohnya aku tidak bisa melupakanmu...
Sering kali kau melukai hatiku.
Sering kali kau mempermainkan perasaanku
percuma saja rasanya aku mengetahui kejelekanmu
jika walau tau pun rasa cintaku padamu takakan pernah pudar
walau waktu dan jarak telah memisahkan kita
Beritahu aku satu kekuranganmu
Agar aku mudah untuk melupakanmu
Biarkan itu menjadi alasanku
Untuk bisa menghapus bayang-bayangmu...
Kau tau, aku mengagumimu...
Mengagumi ketampannanmu
Mengagumi suara indahmu
Mengagumi ketaatan ibadahmu...
Tapi aku juga benci...
Benci akan ucapan manismu
Benci akan senyumanmu penggodamu
Benci akan sikapmu...
Tapi bodohnya aku, masih tetap menyayangimu...
Bodohnya aku tidak bisa melupakanmu...
Sering kali kau melukai hatiku.
Sering kali kau mempermainkan perasaanku
percuma saja rasanya aku mengetahui kejelekanmu
jika walau tau pun rasa cintaku padamu takakan pernah pudar
walau waktu dan jarak telah memisahkan kita
Rabu, 30 Oktober 2019
For you Mr Sweet
Kehadiranmu membuat aku terkejut, ya kau hadir saat aku sedang menunggu orang lain, walaupun hanya sebatas penantian aku tidak bisa dengan mudahnya melupakannya, ketauhilah aku telah menantinya selama 3 tahun dan aku telah menjaga rasa ini selama 3 tahun pula, dan perjuanganku sangatlah sulit saat itu, kau tau aku berjuang untuk merahasiakan rasa ini, aku berjuang untuk melepaskannya untuk sahabatku sendiri, aku pun berjuang untuk melupakannya untuk tetap bersamamu, iya kamu Ahmad Gifari yang telah memperjuangkanku dan masih setia menungguku sampai sekarang ini, sampai rasa ku padanya pudar tergantikan oleh dirimu, entahlah sampai kapan perjuanganmu akan berakhir Gifari dan sampai kapan kau lelah menungguku, kuharap rasamu akan tetap sama seperti dulu, ya hatiku luluh oleh penantianmu, aku akan membuka hatiku untukmu Gifari asal kau tidak akan menyakitiku, sudah cukup aku disakiti oleh penantian yang sia-sia itu.
Aku akan melupakannya demi dirimu Ahmad Gifari semoga penantian dan perjuanganmu tidak sia-sia ya, aku hanya takut aku tidak bisa membalas rasa sayangmu itu.
Janganlah menyerah untuk meyakinkanku bahwa cinta sejati itu ada.
Sabtu, 26 Oktober 2019
Cinta dalam Angan
Aku mencintainya, itu kata hatiku
Aku suka padanya, hatiku berteriak dengan gemuruh
Aku ingin memilikinya, hatiku mengeluh sendu
Aku tak bisa tanpa dia, hatiku meratap memohon
Terdiam hatiku sekarat
Aku suka padanya, hatiku berteriak dengan gemuruh
Aku ingin memilikinya, hatiku mengeluh sendu
Aku tak bisa tanpa dia, hatiku meratap memohon
Terdiam hatiku sekarat
Hatiku mengertilah aku juga mencintainya
Namun dia sulit terjangkau
Hatiku, terimalah karena rasa suka kita hanya seperti kumpulan pasir yang tak berharga untuknya
Hatiku pahamilah, aku juga ingin memilikinya namun kita hanya hati yang usang menunggu mati
Jangan berharap, karena sebelum dia sadari kita di sini, kita telah menghilang tergilas waktu
Namun dia sulit terjangkau
Hatiku, terimalah karena rasa suka kita hanya seperti kumpulan pasir yang tak berharga untuknya
Hatiku pahamilah, aku juga ingin memilikinya namun kita hanya hati yang usang menunggu mati
Jangan berharap, karena sebelum dia sadari kita di sini, kita telah menghilang tergilas waktu
Hatiku, aku juga tak bisa tanpa dia di sisiku
Aku tak bisa melihat pelangi dan melukis langit dengan guratan-guratan berwarna-warni
Tapi kita harus peduli kalau kebahagiaannya bukan dengan kita
Hatiku, biarlah kita tetap di sini berdiri di tepian hatinya.
Waktu hanya memandangnya.
Aku tak bisa melihat pelangi dan melukis langit dengan guratan-guratan berwarna-warni
Tapi kita harus peduli kalau kebahagiaannya bukan dengan kita
Hatiku, biarlah kita tetap di sini berdiri di tepian hatinya.
Waktu hanya memandangnya.
Walau hanya mendengar suaranya dari kejauhan
Walau hanya melihatnya menari bersama tarian rindu
Walau hanya sekadar berdiri
Walau hanya melihatnya menari bersama tarian rindu
Walau hanya sekadar berdiri
Hatiku, biar kita di sini
Walau pedih menahan duka
Walau pedih menahan duka
Namun,
Kita harus tau
Dia hanya cinta dalam hati, tidak di kenyataan
Hanya bisa kulihat, tanpa bisa kugenggam.
Kita harus tau
Dia hanya cinta dalam hati, tidak di kenyataan
Hanya bisa kulihat, tanpa bisa kugenggam.
Kamis, 24 Oktober 2019
Fatamorgana
Aku takut akan apa yang telah terjadi...
Aku perduli akan keadaanmu...
Aku pun sedih bila kau terluka...
Aku juga rindu jika tak bertemu...
Haruskah aku berpura-pura tidak tau
Haruskah aku terus-menerus membohongi hati ini.
Relakah aku jika kau dimiliki orang lain.
Sanggupkah aku menahan luka ini sendiri.
Sungguh ironis padahal ramai kota,
Aku perduli akan keadaanmu...
Aku pun sedih bila kau terluka...
Aku juga rindu jika tak bertemu...
Haruskah aku berpura-pura tidak tau
Haruskah aku terus-menerus membohongi hati ini.
Relakah aku jika kau dimiliki orang lain.
Sanggupkah aku menahan luka ini sendiri.
Sungguh ironis padahal ramai kota,
rindu yang haus menjelma fatamorgana,
terbayang manis senyummu yang jauh di sana.
Entahlah...
Cukup rindu saja, hanya rindu, jangan temu
Nanti segalaku sulit menyudahinya.
Hujan datang tak mengenal waktu, seperti rindu
Jatuh di dadaku bertalu-talu, tak tau malu.
Selasa, 22 Oktober 2019
Beri Waktu Untukku Berfikir
Untuk sekian kalinya saya selalu merasa bingung dengan bagaimana caranya menyikapi sikap kamu Fahri, saya bingung dengan bagaimana perasaan saya ke kamu tuh gimana?
Ya saya capek jika harus memaksakan diri untuk bisa mencintaimu, namun disini tak pernah ada yang mengerti akan hal itu, ya jujur saya telah jatuh hati kepadamu akan tetapi saya belum bisa bilang bahwa saya telah mencintaimu, sikap dan egomu membuat saya bingung Fahri.
Kau jadikan saya wanita paling beruntung disini akan tetapi apa inti dari semua perjuangan yang telah kamu pertahankan untuk saya Fahri? Jawablah agar saya tak merasa tidak enak hati akan semua pemberianmu yang hanya untuk membuat saya bahagia, Fahri jika kamu ingin memiliku maka menyerahlah, sesungguhnya saya masih belum bisa untuk hal itu.
Kau dengan mudahnya bilang kecewa dan kau dengan mudah bilang bahwa kau berjuang sendiri, tanpa kau tau aku pun disini dengan susahnya berjuang untukmu Fahri, saya berjuang bagaimana caranya agar saya bisa melupakan Adam, saya pun berjuang bagaimana membahagiakan kamu Fahri, saya juga berjuang untuk bisa setia disaat banyak laki-laki yang ingin bersama saya. Kau tau itu Fahri? Saya tidak ingin egois, tapi tolonglah mengerti bagaimana ada diposisi saya.
Maaf jika saya bersikap cuek denganmu, maaf terkadang saya menghindar saat bertemu denganmu dan maaf saya tidak bisa berbicara denganmu langsung, itu semua karena jabatanmu itu, saya sangat menghormati ISMAM kita dan apa bagianmu sekarang, dan kau harus tau bertapa takutnya saya saat berdua denganmu, bertapa takutnya saya saat berbicara denganmu, saya takut dengan hubungan kita ini akan merusak semuanya, bersabarlah semuanya akan indah pada waktunya.
Langganan:
Postingan (Atom)
nidaamiratunnisa
Saya percaya, kebaikan sering lahir dari langkah sederhana. Tidak selalu dalam bentuk yang besar atau monumental, tetapi justru dari aksi ke...
-
Bukan untuk merasakan sakit yang aku punya tetapi agar kau tahu bagaimana aku yang selalu sabar, merela dan ikhlas saat aku s...
-
Saya percaya, kebaikan sering lahir dari langkah sederhana. Tidak selalu dalam bentuk yang besar atau monumental, tetapi justru dari aksi ke...
-
Menyayangi seseorang dalam diam itu memang lebih aman dan asik, Aisyah menyukai seseorang laki-laki sejak perkenalan, namun saat itu Aisyah ...