Jumat, 25 Januari 2019
Kamis, 24 Januari 2019
Apalah Artinya Berharap
” Apakah arti MEMILIKI,, Ketika diri Kami sendiri bukanlah Milik Kami….?”Apakah Arti KEHILANGAN ….?
Ketika Kami sebenarnya menemukan banyak saat Kehilangan,, dan Sebaliknya Kehilangan Banyak pula saat menemukan.Apalah Arti CINTA….?
Ketika Kami Menangis terluka atas Perasaan yang Seharusnya Indah….?
Bagaimana Mungkin Kami terduduk Patah Hati atas sesuatu yang seharusnya Suci dan tidak Menuntut apapun…..?Wahai…. Bukankah banyak KERINDUAN saat Kami hendak MELUPAKAN….?
Dan tidak Terbilang Keinginan MELUPAKAN saat kami dalam RINDU….?
Hingga RINDU dan MELUPAKAN jaraknya Setipis benang saja.Ini adalah Kisah tentang Masa Lalu yang Memilukan…
Tentang Kebencian kepada Seseorang yang Seharusnya Disayang…
Tentang Kehilangan Kekasih Hati…
Tentang Cinta Sejati…
Tentang Kemunafikan…
Lima Kisah dalam Sebuah Perjalanan Panjang… “KERINDUAN”♥Ingin Mencoba Melupakan,, Membencimu,, Menghapus Bayangmu.. Saat ini juga,, tapi Q tak bisa… Karena Q……….????♥
Iklan
Senin, 29 Oktober 2018
Sabtu, 27 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Quates Sebatas Harapan Tanpa Kepastian
"Aku tidak butuh sahabat yang hanya datang di saat butuh!
Aku tidak butuh sahabat yang akhirnya akan berhianat."
"Tatapan nya begitu tajam, bukan hanya aku yang merasakan itu
Akan tetapi hampir semua wanita merasakan tatapan itu,
karena bukan hanya aku yang ia tatap
melainkan semua wanita yang berparas cantik."
"Aku pernah merasakan patah hati berkali-kali namun,entah
kenapa dengan mu aku merasakan hal yang tidak semestinya.
Di mana ada rasa cemburu juga rindu.
Di mana ada rasa kecewa namun, juga senang.
Di mana aku harus merelakan namun, juga ingin bertahan.
Jika pada akhirnya aku harus kebahagiaan mu dengan nya.
Maka biarkan lah aku melenyapkan diri dalam sajak yang ku ramu."
"Sahabat adalah penyemangat, aku butuh sahabat
yang bisa mendukung apa yang sahabatnya lakukan
bukan sahabat yang bisanya menjatuhkan dan menjadi
musuh dalam selimut."
"Jika hujan perlahan bisa mengikiskan bebatuan.
Lantas mengapa hujan tidak bisa mengikis hati mu
agar memberi ruang untuk aku tempati.
Atau apakah hati nya sekeras bebatuan???"
"Terima kasih sahabat ku Liza, kamu sudah
memberitahu ku akan perasaan nya yang sebenarnya.
dan kini teka-teki ku telah terbuka. Namun,
entah kenapa aku masih begitu yakin jika mata dan hati
itu tidak bisa dibohongi."
"Buat kamu! Fitri Daira, ya kamu orang yang begitu
dia sayangi, dan aku yakin kamu pun begitu.
Aku percaya sahabat ku tidak akan pernah menyakiti
Perasaan sahabatnya sendiri, dan begitu juga dia.
Selamat ya, semoga bahagia!
Bukan kah cinta itu ikhlas memberi bukan meminta
Tanpa harus meminta balasan."
"Mendengar kamu putus dengan nya, itu bukan kebahagiaan ku
dan itu adalah bukan kemauan ku, Karena aku tau
jika seseorang yang sudah terlanjur sayang itu sulit untuk
dilepaskan kembali, dan aku yakin kamu pun
tidak akan bisa melakukan itu karena cinta yang kamu miliki
itu karena cinta yang kalian miliki itu karena hawa nafsu."
"Kamu, menyukai wanita karena 3 hal:
-Berparas cantik
-Memiliki kepintaran.
-Dan ada yang kamu suka dari dirinya.
kamu sangat dikenal sebagai orang yang tau agama.
Tapi, sayang ilmu agama tidak berguna karena kamu,
tidak bisa menghargai perasaan wanita, melukai
hati wanita itu sama seperti melukai hati seorang ibu."
"Dalam peraturan dilarang pacaran!
Dan orang yang tidak berani memutuskan pacar nya itu
Berarti dia takut tidak laku, dan cinta yang dia miliki itu karena
hawa nafsu."
"Jika sejak awal aku tau kamu laki-laki yang pintar
aku tidak akan pernah memendam perasaan ini pada mu.
Karena aku tau orang pintar itu akan mencari pasangan nya
yang sempurna dan cantik."
"Maaf bukan maksud ku mengusik hidup mu!
sekali lagi maaf bukan maksud itu maksud ku.
Satu hal yang tidak kamu tau alasan ku apa."
Selasa, 16 Oktober 2018
Menyayangi Mu Dalam Diam
Menyayangi seseorang dalam diam itu memang lebih aman dan asik, Aisyah menyukai seseorang laki-laki sejak perkenalan, namun saat itu Aisyah tidak mengetahui namanya, tapi seiring berjalan nya waktu Aisyah jadi tau jika laki-laki itu ialah Adam Rohikal, Aisyah tidak pernah berusaha untuk mencari tau nya, tapi karena waktu dan keadaan yang menuntut nya untuk tau, dan mungkin karena Aisyah dan Adam satu kelas dan sering mendapat tugas kelompok sehingga Aisyah jadi mengenal semua teman kelas nya termasuk Adam.
Di sekolah Aisyah dikenal dengan anak yang paling imut karena tubuh nya lebih kecil dibanding semua teman-teman nya, Aisyah anak yang aktif dan mempunyai skill yang cukup, selain menjadi seorang pelajar Aisyah juga menjadi penjaga kantin di sekolahan nya namun, tidak semua nama anak laki-laki Aisyah kenal karena wajah Aisyah yang selalu menunduk dan tidak pernah memandang seseorang dengan lama hanya sekilas namun, jelas.
"Aisyah, aku beli es taro 2 ribu."Kesabaran Aisyah selalu habis saat menghadapi pembeli yang sangat ramai itu, bahkan amarah nya selalu tumpah kepada siapa pun, bahkan orang yang tidak bersalah pun mengenai semprotan amarah dari mulut Aisyah. Lelah menjadi seorang Aisyah tapi itu adalah amanah dan amanah itu harus di jalan kan dengan ikhlas. Tapi insya Allah lelah yang Aisyah rasakan menjadi Lillah. Dan terkadang Aisyah sering tertidur di kelas, ya Aisyah memang sering mengantuk di kelas tapi, rasa kantuk nya itu di sebabkan karena rasa lelah atau pun capek ditambah lagi Aisyah selalu telat tidur malam.
"Khemmm..." Aisyah kaget ketika mendengar laki-laki berdehem. Bertapa malu nya Aisyah saat melihat laki-laki yang dia sukai melihat Aisyah tertidur di kelas.
"Bangun woy."Adam tersenyum melihat wajah Aisyah yang sedang tersipu malu. Aisyah pun akhirnya kembali menegak kan posisi duduk nya sambil nyengir kuda pada Adam, ada rasa kesal diri Aisyah, karena jika dia belum berdiri tegak Adam akan terus mengganggu nya sampai Aisyah benar-benar bangun, "Aisyah tidak tdur Adam." Ucap Aisyah bohong, "Apaan orang mata kamu tidur kok." Jawab Adam yang tidak mau kalah karena Adam melihat dengan mata nya sendiri jika Aisyah memang tidur. Jarak duduk Adam dan Aisyah memang tidak jauh sehingga jika Aisyah tidur Adam bisa melihat nya.
Setelah usai pelajaran Aisyah membereskan buku-buku nya, hari ini Aisyah pulang bersama Fatimah dan Hawa, mereka bercerita tentang ketampanan Adam, Aisyah kaget dan entah kenapa Hawa selalu cerita tentang Adam, dan sekarang mereka pun semakin dekat, ada apa dengan Hawa dan Adam?
"Mungkin Adam suka sama kamu Hawa." Ledek Fatimah, Aisyah hanya tersenyum bahkan bisa dilihat jika senyuman Aisyah itu terpaksa.
"Fatimah, Hawa aku duluan ya, soalnya hari ini aku udah janji mau ke toko buku dulu."Ucap Aisyah.
"Baiklah Aisyah, kami duluan ya." Fatimah dan Hawa pun meninggal kan Aisyah di depan Gramedia. Aisyah berjalan memasuki toko itu sungguh luas nya Gramendia dekat sekolahan nya itu.
Aisyah memang sedang mencari novel untuk dia baca hari ini, Aisyah terus berjalan menelusuri rak yang berisi novel-novel dengan cover yang bagus-bagus, yang akhirnya Aisyah berhenti pada novel yang berjudul "Sebening Syahadat" Karya Diva S.R . Dibeli nya novel itu.
Ketika sampai rumah Aisyah mulai membaca novel yang tadi dia beli itu lembaran demi lembaran dia baca, tanpa Aisyah sadari air mata Aisyah menetes.
"Aisyah ada apa dengan mu?" Tanya Adiba heran dengan anak perempuan nya ini.
"Bunda, Aisyah terharu baca novel ini." Jawab Aisyah sambil memandang Adiba yang sudah ada di depan nya itu.
"Mmm...sejak kapan anak bunda menyukai novel?" Tanya Adiba.
"Se...jak Aisyah duduk di bangku SMP Bun." Jawab Aisyah.
"Ya sudah lanjutkan baca nya, Bunda mau pergi keluar sebentar ya." Ucap Adiba pada Aisyah.
"Baik Bun." Jawab Aisyah sambil tersenyum. Aisyah pun kembali membaca novel Sebening Syahadat.
Di sekolah Aisyah dikenal dengan anak yang paling imut karena tubuh nya lebih kecil dibanding semua teman-teman nya, Aisyah anak yang aktif dan mempunyai skill yang cukup, selain menjadi seorang pelajar Aisyah juga menjadi penjaga kantin di sekolahan nya namun, tidak semua nama anak laki-laki Aisyah kenal karena wajah Aisyah yang selalu menunduk dan tidak pernah memandang seseorang dengan lama hanya sekilas namun, jelas.
"Aisyah, aku beli es taro 2 ribu."Kesabaran Aisyah selalu habis saat menghadapi pembeli yang sangat ramai itu, bahkan amarah nya selalu tumpah kepada siapa pun, bahkan orang yang tidak bersalah pun mengenai semprotan amarah dari mulut Aisyah. Lelah menjadi seorang Aisyah tapi itu adalah amanah dan amanah itu harus di jalan kan dengan ikhlas. Tapi insya Allah lelah yang Aisyah rasakan menjadi Lillah. Dan terkadang Aisyah sering tertidur di kelas, ya Aisyah memang sering mengantuk di kelas tapi, rasa kantuk nya itu di sebabkan karena rasa lelah atau pun capek ditambah lagi Aisyah selalu telat tidur malam.
"Khemmm..." Aisyah kaget ketika mendengar laki-laki berdehem. Bertapa malu nya Aisyah saat melihat laki-laki yang dia sukai melihat Aisyah tertidur di kelas.
"Bangun woy."Adam tersenyum melihat wajah Aisyah yang sedang tersipu malu. Aisyah pun akhirnya kembali menegak kan posisi duduk nya sambil nyengir kuda pada Adam, ada rasa kesal diri Aisyah, karena jika dia belum berdiri tegak Adam akan terus mengganggu nya sampai Aisyah benar-benar bangun, "Aisyah tidak tdur Adam." Ucap Aisyah bohong, "Apaan orang mata kamu tidur kok." Jawab Adam yang tidak mau kalah karena Adam melihat dengan mata nya sendiri jika Aisyah memang tidur. Jarak duduk Adam dan Aisyah memang tidak jauh sehingga jika Aisyah tidur Adam bisa melihat nya.
Setelah usai pelajaran Aisyah membereskan buku-buku nya, hari ini Aisyah pulang bersama Fatimah dan Hawa, mereka bercerita tentang ketampanan Adam, Aisyah kaget dan entah kenapa Hawa selalu cerita tentang Adam, dan sekarang mereka pun semakin dekat, ada apa dengan Hawa dan Adam?
"Mungkin Adam suka sama kamu Hawa." Ledek Fatimah, Aisyah hanya tersenyum bahkan bisa dilihat jika senyuman Aisyah itu terpaksa.
"Fatimah, Hawa aku duluan ya, soalnya hari ini aku udah janji mau ke toko buku dulu."Ucap Aisyah.
"Baiklah Aisyah, kami duluan ya." Fatimah dan Hawa pun meninggal kan Aisyah di depan Gramedia. Aisyah berjalan memasuki toko itu sungguh luas nya Gramendia dekat sekolahan nya itu.
Aisyah memang sedang mencari novel untuk dia baca hari ini, Aisyah terus berjalan menelusuri rak yang berisi novel-novel dengan cover yang bagus-bagus, yang akhirnya Aisyah berhenti pada novel yang berjudul "Sebening Syahadat" Karya Diva S.R . Dibeli nya novel itu.
Ketika sampai rumah Aisyah mulai membaca novel yang tadi dia beli itu lembaran demi lembaran dia baca, tanpa Aisyah sadari air mata Aisyah menetes.
"Aisyah ada apa dengan mu?" Tanya Adiba heran dengan anak perempuan nya ini.
"Bunda, Aisyah terharu baca novel ini." Jawab Aisyah sambil memandang Adiba yang sudah ada di depan nya itu.
"Mmm...sejak kapan anak bunda menyukai novel?" Tanya Adiba.
"Se...jak Aisyah duduk di bangku SMP Bun." Jawab Aisyah.
"Ya sudah lanjutkan baca nya, Bunda mau pergi keluar sebentar ya." Ucap Adiba pada Aisyah.
"Baik Bun." Jawab Aisyah sambil tersenyum. Aisyah pun kembali membaca novel Sebening Syahadat.
Kamis, 11 Oktober 2018
Deary Mom
Hari ini adalah hari jumat yang bertepatan pada tanggal 11 Oktober 2018, Hari ini adalah hari yang di mana Ibu, Ema dan Bapak ende ku datang, ya walaupun aku tau itu hanya dalam mimpi, Anis sangat bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)
nidaamiratunnisa
Saya percaya, kebaikan sering lahir dari langkah sederhana. Tidak selalu dalam bentuk yang besar atau monumental, tetapi justru dari aksi ke...
-
Bukan untuk merasakan sakit yang aku punya tetapi agar kau tahu bagaimana aku yang selalu sabar, merela dan ikhlas saat aku s...
-
Saya percaya, kebaikan sering lahir dari langkah sederhana. Tidak selalu dalam bentuk yang besar atau monumental, tetapi justru dari aksi ke...
-
Menyayangi seseorang dalam diam itu memang lebih aman dan asik, Aisyah menyukai seseorang laki-laki sejak perkenalan, namun saat itu Aisyah ...